Setiap Manusia Berharga Dihadapan Allah
Memandirikan penyandang disabilitas sehingga mempunyai harga diri dan tidak menjadi beban bagi orangtua, keluarga dan masyarakat
"Difabelitas tidak menjadi penghalang dalam hidup berkarya"
Pendiri
Pendiri
Program rehabilitasi dan pemberdayaan
Program bakti sosial operasi tulang untuk membantu anak difabel mendapatkan akses operasi ortopedi.
Layanan operasi plastik rekonstruksi untuk perbaikan kondisi fisik melalui program bakti sosial.
Program terapi fisik yang terstruktur untuk membantu pemulihan dan meningkatkan kemampuan motorik.
Terapi okupasi untuk melatih kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dan keterampilan fungsional.
Program terapi bicara untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan berbahasa pada anak.
Layanan akupuntur tradisional untuk membantu pemulihan dan mengurangi nyeri pada pasien difabel.
Terapi gerak untuk meningkatkan fungsi tubuh melalui latihan dan aktivitas fisik terstruktur.
Pembuatan alat bantu ortotik dan prostetik sesuai kebutuhan individual pasien difabel.
Penyesuaian dan modifikasi kursi roda sesuai kebutuhan spesifik untuk kenyamanan optimal.
Layanan perbaikan, pemeliharaan, dan perawatan alat bantu medis dan mobilitas.
Layanan konsultasi dan pendampingan komprehensif untuk pasien dengan disabilitas fisik.
Momen-momen berharga dalam perjalanan kami bersama
di Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya
Informasi terkini seputar kegiatan dan perkembangan Pusat Rehabilitasi
Sr. Jeannette van Paassen, FCJM - "Hadiah Tuhan" untuk Para Penyandang Disabilitas
12 Desember 1936 - 25 Januari 2002
Theodora "Hadiah Tuhan"
Atas permintaan Pastor Liebreks, Sr. Jeannette pindah ke Pematangsiantar dan ditugaskan di Poliklinik Rumah Sakit Harapan yang baru dibuka. Moment bersejarah terjadi ketika seorang Pastor meminta pertolongannya untuk melihat seorang pemuda lumpuh di Tuk-Tuk bernama Bernike Manurung.
Dengan penuh kasih dan harapan, beliau merawat Bernike serta memberikan latihan-latihan terapi. Moment yang membahagiakan sekaligus mengharukan terjadi ketika Bernike dengan tenaganya sendiri bisa pindah dari tempat tidur ke kursi roda. Sejak saat itu, mulailah berdatangan para penyandang cacat ke Rumah Sakit Harapan.
"Suatu malam beliau bermimpi melihat suatu Pusat Rehabilitasi yang besar dan indah, dan dari seluruh penjuru datanglah para penyandang cacat yang berseru: 'Bantulah kami untuk bisa seperti Bernike, bebas tidak tergantung kepada orang lain!'"
Mimpi ini menjadi inspirasi untuk mendirikan Pusat Rehabilitasi. Pada masa itu, para penyandang cacat luput dari perhatian masyarakat dan Pemerintah, bahkan sering dikucilkan. Kasih sayangnya yang besar untuk para penyandang cacat mendapat berkat dari Tuhan. Seperti air yang mengalir, begitulah dukungan dan bantuan yang didapatnya.
Pusat Rehabilitasi berdiri resmi pada tanggal 17 November 1981, dimulai dengan menyewa rumah selama 2 tahun di Jl. Narumonda No.24 Pematangsiantar.
Pindah ke tempat yang jauh lebih besar dengan luas 2,5 hektare di Perumnas Batu VI — lokasi yang masih digunakan hingga saat ini. Sejak bertemu dengan Bernike hingga saat itu, Sr. Jeannette mengabdi sepenuh hati untuk orang-orang cacat.
"Penyandang cacat adalah manusia yang harus dihargai. Hanya nasib saja yang membuat fisiknya tidak sehat. Mereka harus mendapat tempat yang layak, sejajar dengan orang-orang yang sehat fisiknya."
Tepat pada perayaan 20 tahun PRHJ, dan bersamaan usianya menjelang 65 tahun, Sr. Jeannette van Paassen menyatakan pensiun dari tugasnya sehari-hari sebagai Direktris Harapan Jaya.
Tanggal 25 Januari 2002, Sr. Jeannette kembali ke kampung halamannya di Nederland. Meskipun tidak lagi aktif dengan urusan harian, beliau masih memberikan hatinya untuk membantu orang cacat dengan tugas sebagai penghubung Harapan Jaya dengan para donatur ataupun pemerhati Harapan Jaya di Nederland.
Dengarkan pengalaman mereka yang telah merasakan layanan kami
Belum ada testimoni yang dipublikasikan
Bergabunglah bersama kami dalam misi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak difabel
Hubungi Kami